Ruqayyah Bint Muhammad
(Istri-istri Teladan Dalam Islam)


Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim. Diketik oleh: Hanies Ambarsari.
        Rombongan muhajir ke Habasyah membawa 11 orang wanita. Ini
berarti bahwa wanita Muslim adalah bagian dari da'wah dan jihad di
jalan Allah SWT. Mereka tinggalkan kesenangan hidup yang hanya 
sebentar, berupa harta, anak dan keluarga serta negeri demi Allah.
Mereka tinggalkan tanah airnya yang mahal dan berangkat menuju Ha-
basyah, sebuah negeri yang jauh dengan penduduk yang berlainan
bangsa, warna dan suku, demi membela aqidah yang diimaninya.

        Tatkala fajar da'wah memancar dari Mekkah, maka muhajir 
pertama bukanlah dua orang laki-laki, tetapi seorang laki-laki dan
seorang wanita. Kedua muhajir ini adalah Utsman bin Affan dan isteri-
nya, Ruqayyah binti Muhammad SAW. Ruqayyah lahir sesudah kakaknya,
Zainab. Sesudah kedua orang itu, muncullah Ummu Kultsum yang menemani
dalam hidupnya setelah Zainab menikah. 

        Ketika keduanya mendekati usia perkawinan, Abu Thalib meminang
mereka berdua untuk kedua putera Abu Lahab. Allah SWT menghendaki per-
kawinan ini tidak berlangsung lama, karena melihat sikap Abu Lahab
terhadap Islam. Akan tetapi Allah SWT menampilkan Utsman bin Affan ke-
pada kedua puteri itu. Maka dia pun menikah dengan Ruqayyah dan hijrah
bersamanya ke Habasyah. Ummu Kultsum tetap tinggal bersama ayah dan
ibunya menunggu sesuatu yang ditakdirkan baginya. 

        Imam Adz-Dzahabi berkata :"Ruqayyah hijrah ke Habasyah bersama
Utsman dua kali. Nabi SAW bersabda :"Sesungguhnya kedua orang itu (Uts-
man dan Ruqayyah) adalah orang-orang yang pertama hijrah kepada Allah
sesudah Luth."[ "Siyar A'laamin Nubala'"; juz 2, halaman 78] Anas bin
Malik r.a. berkata : Utsman bin Affan keluar bersama isterinya, Ruqay-
yah, puteri Rasulullah SAW menuju negeri Habasyah. Lama Rasulullah SAW
tidak mendengar kabar kedua orang itu. Kemudian datang seorang wanita
Quraisy berkata :"Wahai, Muhammad, aku telah melihat menantumu bersama
isterinya." Nabi SAW bertanya :"Bagaimanakah keadaan mereka ketika kau
lihat ?" 

        Wanita itu menjawab :"Dia telah membawa isterinya ke atas se-
ekor keledai yang berjalan pelahan, sementara ia memegang kendalinya."
Maka Rasulullah SAW bersabda :"Allah menemani keduanya. Sesungguhnya
Utsman adalah laki-laki pertama yang hijrah membawa isterinya, sesu-
dah Luth a.s."

        Ruqayyah kembali bersama Utsman ke Mekkah dan mendapati ibunya
telah berpulang kepada Ar-Rafiiqil A'laa. Kemudian kaum Muslimin pindah
dari Mekkah ke Madinah semuanya. Ruqayyah juga ikut hijrah bersama su-
aminya, Utsman, sehingga dia menjadi wanita yang hijrah dua kali.

        Penyebab hijrah ke Habasyah adalah takut fitnah dan menyelamat-
kan agama mereka menuju Allah. Bukan menyebarkan agama Islam, karena 
negeri Habasyah pada waktu itu menganut agama Masehi dan agama Masehi
di sana tidak akan menerima agama baru yang menyainginya, meskipun Ha-
basyah diperintah oleh raja yang tidak menganiaya seseorang. Hijrah ke
Habasyah merupakan bagian dari peralihan dan kelanjutan perjuangan, 
karena hasil yang diharapkan oleh kaum muhajirin dari hijrah mereka ke
Habasyah adalah menyelamatkan agamanya ke negeri yang memberi ketenang-
an bagi mereka di sana. Di negeri itu mereka tidak mengalami kekerasan
dan gangguan, sampai ketika saudara-saudara mereka di Mekkah ditakdirkan
binasa hingga orang terakhir, membawa panji da'wah sebagai penerus.

        Adapun hijrah ke Madinah, maka penyelamatan agama adalah salah
satu sebabnya, tetapi bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah
perubahan dan kelanjutan perjuangan di mana para muhajirin dapat mendi-
rikan sebuah tanah air tempat hijrah mereka. Selama 13 tahun Islam me-
rupakan agama tanpa tanah air dan rakyat tanpa negara. Hijrah yang me-
rupakan tahap kedua di antara tahap-tahap da'wah adalah tahap perjuang-
an yang paling rumit. Apabila tahap perjuangan ini telah memiliki sifat
petualangan, maka sesungguhnya petualangan itu hanyalah semacam perju-
angan, bahkan macam perjuangan heroik tertinggi. Tahap perjuangan ini
berhasil mendapat kemenangan. Iman mengalahkan kekuatan, roh mengalah-
kan materi dan kebenaran mengalahkan kebathilan. Sesungguhnya kebesaran
dari kemenangan itu sulit digambarkan dan dinilai.

        Kebebasan dari ketakutan dan perjuangan menuju keamanan. Kebe-
basan dari perbudakan dan perjuangan menuju kemerdekaan. Kebebasan dari
kehinaan dan perjuangan menuju kemuliaan. Kebebasan dari kesempitan dan
perjuangan menuju kelapangan. Kebebasan dari kelumpuhan dan perjuangan
menuju keaktifan. Kebebasan dari kelemahan dan perjuangan menuju keku-
atan. Dan kebebasan dari ikatan-ikatan bicara dan perjuangan menuju
kebebasan berbicara.

        Ruqayyah kembali kepada Tuhannya setelah menderita sakit demam.
Kemudian Rasulullah SAW mengawinkan Utsman dengan Ummu Kultsum. Semoga
Allah SWT merahmati Ruqayyah yang hijrah dua kali dan Utsman yang mem-
punyai dua cahaya, dan semoga Allah SWT membalas keduanya atas jihad
dan kesabarannya dengan sebaik-baik balasan. Amiin yaa Robbal'aalamiin.